Rabu, Februari 18, 2009



Di poskan oleh : Noviyanto
Sumber : www.tni-au.mil.id


Perubahan Iklim Global (Global Climate Change) saat ini sedang ditanggapi serius oleh semua pemimpin dunia. Penyebabnya adalah Pemanasan Global (Global Warming) yang disebabkan oleh "Greenhouse Effect" (Efek Rumah Kaca). Efek rumah kaca terjadi karena naiknya konsentrasi gas CO2 dan gas-gas lainya di atmosfer akibat kenaikan pembakaran bahan minyak (BBM), batu bara dan bahan lainya yang melampaui kemampuan dari tumbuh-tumbuhan dan hutan untuk mengabsorbsinya. Hal ini terjadi karena kondisi dari sebagian besar hutan di Indonesia mengalami kerusakan sehingga sudah tidak berfungsi lagi sebagai paru-paru pembersih udara.

TNI Angkatan Udara dalam hal ini Skadron Udara 4 menerapkan kemampuan "aeroseeding" (penebaran benih tanaman melalui udara) guna membantu pemerintah dalam rangka mengembalikan fungsi hutan di Indonesia dengan ikut menyukseskan program "Gerakan Sejuta Pohon".

Tahap Observasi adalah tahap paling awal dilaksanakan oleh tim, kegiatannya adalah melaksanakan survey udara dan pengambilan data berupa foto udara vertikal dan video streaming terhadap wilayah yang akan dilaksanakan aeroseeding dengan menggunakan Kamera SRS Retina 2000. Berdasarkan data foto udara vertical dan video streaming dapat diperoleh informasi tentang kondisi hutan, dan kontur medan.

Dari data yang diperoleh dalam tahap observasi dapat dilaksanakan perencanaan untuk menentukan sasaran (spot) yang tepat untuk dilaksanakan aeroseeding, sehingga diharapkan kegiatan dapat berlangsung secara aman, effisien dan tepat sasaran.
Pelaksanaan aeroseeding adalah kerjasama antara crew pesawat dan Tim Perencana. Tim Perencana akan mengarahkan pesawat menuju sasaran yang telah ditentukan, sedangkan crew pesawat akan menerbangkan pesawat dan melaksanakan manouver aeroseeding di sasaran, dengan demikian keamanan (safety) dan effisiensi dapat diraih.

Teknik aeroseeding pertama kali dilaksanakan pada tahun 2006 di wilayah Pegunungan Kabupaten Ngawi. Hasil monitoring sampai dengan tahun 2008 benih yang telah disebar sudah mencapai ketinggian 1,5 - 2,5 meter dengan tingkat prosentase keberhasilan mencapai ± 50% - 60%.

Melihat keberhasilan teknik aeroseeding tahun 2006 maka kegiatan serupa dilaksanakan kembali di Pegunungan Wilis pada bulan Nopember - Desember 2008 bertepatan pada saat musim penghujan di wilayah tersebut. Aeroseeding dilaksanakan di sisi utara Pegunungan Wilis pada koordinat S 07º 46,546' E 111º 45,936' ketinggian 1300 mDpl slope 45% - 60% dengan luas area ± 1000 ha.

Dalam kegiatan ini digunakan jam terbang sebanyak 5 jam terbang dan telah ditebarkan benih seberat 5 ton dengan perincian, benih trembesi sebanyak 4 ton (Per kilogram benih berisi 17.000 butir, dalam 4 ton terdapat 68.000.000 butir), sengon buto 1 ton (Per kilogram benih berisi 1.200 butir,dalam 1 ton terdapat 1.200.000 butir).

Pesawat C-212 Casa dengan kemampuan angkut 1500 kg / flight (Sorti) dan kecepatan ± 300 km/jam akan dapat menyelesaikan pekerjaan aeroseeding lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan sarana lain, dengan endurance ± 4 jam diudara dan radius of action ± 1200 km, maka aeroseeding dengan menggunakan pesawat C-212 Casa dapat dilaksanakan dimana saja tanpa harus menggeser sarana pendukung munuju titik pendekat ke sasaran, sehingga effisiensi transportasi dapat diminimalis. Dengan manouverable yang bagus pesawat C-212 Casa dapat melaksanakan aeroseeding di tempat-tempat dengan medan yang berat dan medan yang tidak terjangkau sekalipun.

Dari beberapa keuntungan strategis di atas maka aeroseeding dipastikan dapat memberikan effisiensi yang tinggi terutama pada waktu, tenaga dan keselamatan manusia. Hal ini dapat dipahami apabila kegiatan penyemaian benih (seeding) ditempat yang tidak terjangkau oleh manusia harus dipaksakan dikerjakan oleh tenaga manusia, disamping butuh waktu yang lama dan tenaga kerja yang ekstra belum tentu menjamin keselamatan pekerja dari cuaca buruk, penyakit dan serangan binatang buas. (Skadron Udara 4 Lanud Abdurachman Saleh, Malang)

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Tuh kan....ayo selamatkan bumi kita, dengan cara....ya kita investasikan dana yang sedikit ini, kita belikan tanah yang murah...kira2 yang se hektar 2 Juta ( ada gak ya...)lalu kita tanami ama pohon jabon atau sejenisnya, nunggu kira2 6-8 tahun...jadi deh.

Jadi investasi kita sekalian nyelametin bumi...iya kan Vi...Noviyanto maksudnye..

novyanto mengatakan...

Rencana 2009 akan di sebar di 1 juta ha lahan dan hutan kritis. Hanya dalam 2 tahun kita sdh dapat lihat hasilnya. Indonesia sdh berbuat dalam menyelamatkan dunia...

 
KOMPAK@90 - © 2007 Template feito por Templates para Você